TOLOK UKUR ORANG
DIKATAKAN DEWASA
“
MENJADI TUA ITU SUDAH PASTI, TETAPI MENJADI DEWASA ADALAH SEBUAH PILIHAN “
Usia seseorang tidak dapat
dijadikan sebagai tolok ukur dalam menilai tingkat kedewasaan seseorang dalam
hal berpikir, berperilaku, bertutur kata, serta dalam membuat keputusan.
Bertambahnya usia seseorang yang
terjadi secara pasti, Tetapi tingkat kedewasaan seseorang mampu terbentuk
karena proses pembelajaran. Ketika dihadapkan pada sebuah masalah, seseorang
yang telah mencapai tingkat kedewasaan dia akan bisa mengatasinya dengan baik. Namun
sebaliknya, belum tentu orang yang telah tua dalam usia, memiliki tingkat
kedewasaan yang baik pula.
Beikut ini mungkin bisa dijadikan
tolok ukur kedewasaan seseorang :
1. Dewasa
secara fisik
Menurut Departemen kesehatan RI
(2009), umur dewasa seseorang adalah dimulai ketika yang bersangkutan memasuki
usia dewasa awal yaitu 26 hingga masa dewasa akhir yaitu 45 tahun. Namun, ada
perbedaan dimana Mahkamah Agung pernah mengeluarkan Yurisprudensi nomor 477
pada tanggal 13 Oktober 1976, yang menyatakan bahwa usia dewasa awal seseorang
adalah 18 tahun atau sudah pernah menikah.
2. Dewasa
secara psikologis
Indikator
seseorang dikatakan telah memiliki kedewasaan secara psikologis, adalah apabila
yang bersangkutan telah memiliki kemampuan dalam menyelesaikan sebuah masalah,
termasuk dalam hal kemampuan dalam mengendalikan emosinya.
3. Dewasa
secara ekonomi dan social
Ditandai
dengan kondisi di mana seseorang telah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya
sendiri, serta mampu menangani berbagai persoalan dengan kemampuan diri
sendiri.
4. Dewasa
secara keimanan
Kedewasaan
seseorang juga dapat diukur dari tingkat keimanan dan kemampuan masing-masing
orang dalam menjalankan perintah-perintah agama yang diyakininya.
5. Mampu
mengenali diri sendiri
Orang
yang telah dewasa mampu mengenali siapa dirinya, dia mampu menjaga diri,
mengendalikan tutur kata, serta perilakunya ketika berinteraksi dengan orang
lain.
6. Mampu
menerima diri sendiri
Setelah
mampu mengenali dirinya, orang yang telah dewasa akan mampu menerima keadaan
dirinya, sehingga mampu menyikapi keadaan dirinya dengan baik.
7. Mampu
memahami orang lain
Setelah
mampu untuk mengenali dan menerima keadaan dirinya, orang yang telah dewasa
juga akan mampu untuk memahami orang lain. Hal ini berkaitan dengan kemampuan
seseorang dalam menunjukkan rasa simpati dan empati kepada orang lain.
8. Mampu
memberikan teladan
Seseorang
yang telah dewasa akan mampu memberikan teladan kepada orang lain dan
melaksanakannya, menginspirasi serta menepati apa yang telah dikatakan serta
dilakukannya.
Setelah
mengetahui beberapa indikator untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang, ada
pula beberapa indikator dalam menilai ketidakdewasaan seseorang, yaitu:
a.
Emosional
Setiap
orang memiliki emosi, namun yang membedakan antara seseorang yang belum dewasa
dan telah dewasa, adalah kemampuannya dalam mengendalikan emosinya. Orang
dewasa akan mampu berpikir terlebih dahulu masak-masak sebelum bertindak, dia
akan mampu bersikap tenang dalam menghadapi sebuah masalah.
b.
Egois
Seseorang
yang egois pasti lebih suka mementingkan dirinya sendiri dan itu adalah contoh nyata
ciri seseorang yang belum dewasa.
c.
Plin-plan
Sikap
plin-plan atau tidak konsisten dengan apa yang telah dia ucapkan atau lakukan,
adalah contoh lain yang secara nyata dapat disaksikan serta dirasakan dalam
menilai tingkat kedewasaan seseorang.
d.
Tidak
bertanggung jawab
Seseorang
yang tidak bertanggung jawab sudah bisa dipastikan dia belum dewasa atau belum
matang dalam kepribadiannya. Identitas seorang dewasa dia pasti akan
bertanggung jawab terhadap semua hal yang telah dia ucapkan serta lakukan,
seberat apapun masalah yang ada dia akan berani menghadapinya, bukan malah
mencari kambing hitam atau sembunyi untuk melarikan diri dari tanggung
jawabnya.
Semoga
bermanfaat untuk pembaca yang budiman.. amin..
(Dj.S//Belantara
Papua)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar