Jumat, 24 April 2015

MANFAAT ORGANISASI ( Jangan Hanya Sekedar Memakai Jas Merah ! )

ALASAN MENGAPA KITA HARUS BEORGANISASI
( Aku persembahkan kepada adik-adikku IMM Kota & Kab. Sorong)

Sekelumit tulisan ini saya tujukan untuk para mahasiswa yang sedang berjuang dalam aktivitas di organisasinya, mereka yang akan menempuh jalan aktivis, para calon mahasiswa yang akan merenda kehidupan kampus dan siapa saja yang tertarik dengan dunia organisasi. Kalau anda mau monggo mas brow :

A.      Menambah teman, cari pengalaman, belajar berorganisasi, mengisi waktu

Terkait dengan menambah teman ;

Silaturahim merupakan salah satu kewajiban bagi setiap pribadi Muslim. Dalam Alquran, Allah menegaskan, “Dan bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta dengan nama-Nya dan sambunglah tali silaturahim.’ (QS. An-Nisa [4]:1).



“Sebarkanlah salam, sambunglah tali silaturahim, dan shalatlah ketika manusia tidur (tahajud) niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga pemutus tali silaturahim.”

Dalil-dalil di atas menunjukkan arti penting akan kewajiban silaturahim. Sebab, di dalamnya terdapat banyak keutamaan dan keistimewaan. Di antaranya:

pertama, dengan silaturahim, kita bisa saling mengenal antara yang satu dan yang lainnya (QS Al-Hujurat [49]: 13). Dengan silaturahim, kasih sayang dan kerja sama yang positif bisa diwujudkan.
Kedua, dengan silaturahim, persatuan dan kesatuan (ukhuwah Islamiah) akan dapat dibangun. Dengan silaturahim, akan timbul rasa saling membutuhkan, solidaritas, dialog, pengertian, dan menguatkan kerjasama dalam perjuangan yang kokoh.

Rasulullah SAW bersabda, “Tangan Allah berada di atas jamaah.” Dalam hadis lain dikatakan, “Persatuan (al-jamaah) itu rahmat dan perpecahan (al-firqah) adalah azab.”
Berdasarkan hadis di atas, Allah SWT senantiasa akan menolong hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersatu dan menjauhkan diri dari perpecahan. 
Hal ini terbukti dalam sejarah Islam ketika umat Islam bersatu, Allah menolong mereka hingga mampu menguasai sejumlah wilayah bahkan mampu menundukkan dua imperium besar, yakni Romawi dan Persia. Sebaliknya, pada saat umat Islam berpecah belah, terjadilah perang saudara dan saling membunuh hingga merusak kekuatan Islam.
Ketiga, dengan silaturahim, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan mudah diatasi. Baik masalah ekonomi, pendidikan, kebudayaan, maupun lainnya.
Keempat, silaturahim juga akan mampu menyelesaikan berbagai persoalan horizontal yang terjadi di masyarakat.
Sebab, dengan mengedepankan kasih sayang, sikap emosional dalam diri umat yang bisa memicu permusuhan dapat diatasi dengan baik. Dengan demikian, akar persoalan pun akan ditemukan dan bisa diselesaikan dengan damai.

Kelima, dengan silaturahim, berbagai ide-ide dan gagasan yang brilian, inovasi-inovasi, program-program, dan kegiatan-kegiatan yang positif juga bisa diwujudkan. 
Ketika umat Islam berkumpul dalam kasih sayang dan semangat kebersamaan, akan muncul ide-ide kreatif dalam memacu umat untuk mencapai kemakmuran bersama. Kondisi ini jauh lebih bermanfaat di bandingkan sendirian. Dan sesungguhnya, kejayaan umat Islam di masa lalu berawal dari silaturahim.
Keenam, dengan silaturahim, akan banyak ilmu pengetahuan yang tersebar. Dengan demikian, akan banyak pula ilmu dan wawasan yang bisa diserap darinya. Dari sini diketahui bahwa silaturahim menjadi media menumbuhkan wawasan persatuan dan kesatuan.

Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk senantiasa menyambung silaturahim demi memperkuat ukhuwah Islamiah (sesama umat Islam), ukhuwah basyariah (kemanusiaan), dan ukhuwah wathaniah (semangat cinta tanah air).

Terkait dengan Memanfaatkan Waktu ;

“Ightanim Khomsan Qobla Khomsin” itulah sepenggal dari hadist terkenal tentang perintah untuk memanfaatkan waktu, Islam mengatur segala hal urusan kehidupan di dunia ini, tak ada satupun yang lepas dari pengaturan islam, termasuk perintah untuk memanfaatkan waktu, berikut dibawah ini adalah hadist tentang perintah untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya!

قبل فقرك وفراغك قبل شغلك وحياتك قبل موتك.
Artinya : Manfaatkanlah yang lima sebelum datang lima perkara yang lain : Mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu. (H.R. Baihaki dari Ibnu Abbas)
Kita bahas selengkapnya hadist “Ightanim Khomsan Qobla Khomsin” dibawah ini :
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ

IGHTANIM KHOMSAN QOBLA KHOMSIN
Artinya:” Persiapkanlah dirimu dengan lima Hal, sebelum datang yang lima”.


 فَرَاغَكَ قَبْلَ سُغْلِكَ 1

FAROO GHOKA QOBLA SUGHLIK : Kesempatan (waktu luang) sebelum masa sempit(sibuk).
Kerjakanlah apa yang bisa kamu kerjakan walaupun sekecil apapun, karena jika sudah datang waktu sempit pasti anda akan menyesal.
Contoh sehari-hari : Anda malas mencuci pakaian walaupun cucian hanya sedikit, dan akhirnya ketika cucian sudah numpuk, datang juga kesibukan yang lainnya seperti menyelesaikan pekerjaan kantor, menghadiri acara, belum lagi datangnya hujan yang membuat pakaian tidak kering sementara itu stok pakaian bersih tinggal sedikit. disinilah anda akan menyesal pentingnya memanfaatkan waktu luang sebelum datang waktu sempit


وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِك  2

WA GHINAAKA QOBLA FAQRIK : Kaya sebelum Faqir (Miskin)
Di sini islam mengajarkan untuk memanfaatkan kekayan kita sebelum datang waktu miskinnya.
Contoh sehari-hari : Kita hobi menghambur-hamburkan uang untuk mengkoleksi sesuatu yang tidak berguna, padahal kita bisa menyimpannya untuk kemudian hari, dan pada suatu saat kita sakit berat yang membutuhkan banyak biaya hingga membuat kita miskin dan tidak bisa membayar lagi biaya pengobatan.Manfaatkanlah harta anda di jalan Allah sebelum kemiskinan menimpa anda!
“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan ALLAH adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. ALLAH melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang dia kehendaki, dan ALLAH Maha luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui”. Qs Al Baqoroh (2) : 261.Pengertian menafkahkan harta di jalan ALLAH meliputi belanja untuk kepentingan berjuang dijalan ALLAH seperti: Masjid, Tempat Pendidikan, Penampungan Yatim Piatu, dan lain-lain


 وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ .3

WA SHIHHATAKA QOBLA SAQOMIK : Sehat sebelum sakit
Kita sering tidak bersyukur akan nikmat sehat, yang ada dipikiran kita hanyalah nikmat kalau mempunyai banyak uang, padahal uang banyak tidak akan berarti kalau kita dalam keadaan sakit, makan apapun yang biasanya enak menjadi tidak enak, tidak bisa jalan kemana-mana dll.Contoh sehari-hari : Ketika kita sehat terlalu banyak membuang waktu untuk nongkrol dan ngobrol yang tidak jelas, lama-kelamaan seiring berjalannya waktu dan usia semakin tua, anda menyesal telah membuang banyak waktu anda untuk hal yang tidak bermanfaat dan tidak menghasilkan apa-apa.Kesehatan inilah yang harus banyak banyak kita syukuri dengan meningkatkan ibadah, iman dan taqwa serta ilmu, sehingga kita bisa berbuat `amal kebajikan sesuai dengan perintah ALLAH SWT dan mengikuti sunah RasulNya.


 وَ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ .4

WA SYABAA BAKA QOBLA HARO MIKA : Muda Sebelum Tua
Ada pepatah mengatakan,” Belajar dimasa muda seperti mengukir diatas batu, dan belajar diwaktu tua seperti mengukir diatas air”
yang dapat kita artikan jika belajar dikala usia sudah tua kekuatan pikiran kita sudah berkurang bagaikan mengukir di atas air, sedangkan belajar di masa muda akan dengan mudah kita mengingatnya bagaikan mengukir diatas batu.
Contoh sehari-hari : Ketika muda kita habiskan untuk berfoya-foya, maka ketika tua hidup anda akan sengsara


 حَيَا تَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ5

WA HAYAA TAKA QOBLA MAU TIK : Hidup Sebelum Mati
Hidup kita harus bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain, Manfaatkan hidup kita sebaik-baiknya sebelum kematian tiba, jika kita sudah tiada maka yang di bawa hanyalah amal semata kita hidup di dunia, semua harta benda dan orang yang kita cintai akan kita tinggalkan.Contoh sehari-hari : Seorang pahlawan akan selalu di kenal walaupun sudah meninggal, hal ini karena semasa hidup dia mempunyai jasa dan bermanfaat bagi orang lain, dan ketika sudah meninggal banyak orang yang berziarah ke kuburnya dan mendoakannya, beda dengan seorang pencuri misalnya, ketika dia telah mati maka orang lain pun akan senang dengan kematiannya
..
Maukah kita merugi mas brow ?.

B.      Memberi sebanyak-banyaknya manfaat bagi orang lain

Nah, ini alasan yang benar-benar visioner. Mengapa? Bayangkan saja, orang dengan jawaban seperti ini sadar akan potensi-potensinya. Bahwa dalam diri tiap manusia ada raksasa tidur yang akan bermanfaat dengan melakukan aktivitas-aktivitas. Dengan memilih jalan organisasi, membuka pintu kita untuk tahu kekurangan dan kelebihan kita untuk selanjutnya kita optimalkan demi kebermanfaatan orang. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang kehidupannya bermanfaat bagi orang lain ?

“ Karena saya tahu siapa saya dan saya tahu apa manfaat yang saya dapatkan. Jadi orang biasa sudah banyak! Saya ingin menjadi extra ordinary person yang bisa memberi manfaat untuk orang lain dan dengan beraktivitas, maka akan tergali potensi diri “

C.      Aktif di kampus itu panggilan jiwa, mempertahankan idealisme

Kita merasakannya. Saat sedang lemah dan ingin berhenti berorganisasi, sering kita seolah terpanggil untuk terus berpartisipasi lagi dan lagi. Ada juga orang yang tetap di organisasi tersebut untuk memperjuangkan sesuatu yang dianggapnya benar.

D.      Optimalisasi masa studi

Lama kuliah di PTN/PTS  maksimal 6 tahun. Ukuran normal seorang calon sarjana 4 tahun. Bayangkan jika dalam jangka waktu tersebut kita tidak melakukan apapun kecuali kuliah... ‘kunang-kunang’ dan ‘kupu-kupu’ akan bertebaran di mana-mana. Banyak teman saya seperti ini. Fahamilah perkataan orang bijak, “Barangsiapa tidak disibukkan oleh kebaikkan, maka dia akan disibukkan oleh keburukan.”

E.       Mengubah cara berpikir

Banyak yang merasa hidupnya berubah setelah banyak bergaul dengan orang-orang yang produktif dan bergabung dengan organisasi yang bermanfaat. Di antara mereka menyatakan cara berpikirnya berubah saat mengikuti beragam aktivitas kemahasiswaan. Hatinya tergerak untuk berperan dalam gerakan moral. Dan kepekaannya semakin terasah. Betapa banyak orang yang tidak beruntung bukan karena tidak bisa berorganisasi, tapi karena mereka tidak mau berorganisasi. Pahamilah sobat, pilihan apapun adalah pilihanmu! Anda bebas menentukan.

(Dj.S//Belantara Papua)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar