Berawal dari sebuah keprihatinan dan renungan yang terbalut lunglai aktifitas keseharian, memunculkan ide mendobrak rapuhnya raga,...Bangkit.., Berjalan..., dan coba untuk Berlari MEWUJUDKAN MIMPI !
Senin pagi 20 April 2015, ku tunggu kader IMM Kab. Sorong yang bernama #Oki di Markas Komando PCM Salawati. AlkhamduliLLah selang beberapa menit dia datang dengan seorang temannya (anak temanku). Setelah beberapa menit kita diskusi, dengan mengucap BismiLlahi Tawaqqaltu AlaLLah kemudian kita langsung beraksi menuju sasaran.
Dengan motor tua (GL Max) yg senantiasa menemaniku, kami menyusuri jalan yg bergelombang dan tak beraspal diantara rimbunnya semak belukar akhirnya kita sampai di sebuah kampung kecil (tidak kusebutkan dulu namanya). Saat mas Oki menelpon teman kampusnya yang tinggal di kampung tersebut,..Ndelalah (Red,//Bhs. Ibu) saya bertemu dengan adiknya temanku yang baru satu bulan tinggal di situ. Kami ngobrol..dan subkhanaLlah ternyata suami barunya (suami yg dulu meninggal) adalah Sarjana Matematika yang sudah pernah mengajar sebagai guru honorer selama 7 tahun di Jawa, dan hebatnya lagi dia adalah seorang mu'alaf. Sayang saya belum sempat bertemu karena saat itu suami adik temanku ini sedang di kebun.
Singkat cerita..., setelah teman kampusnya mas Oki datang kami langsung meluncur ke kantornya Kepala Kampung. Menunggu beberapa saat di Kantor Kepala Kampung ( Kep. Kampung sedang Keluar ) kami melihat-lihat situasi, dan dari hasil kami melihat, memandang dan meraba..ternyata tanah di kampung Mekar sari (Red. nama samaran) adalah tanah gambut yg tidak cocok untuk bangunan tembok secara permanen, hal ini dibutikan beberapa bangunan di sekitar kantor Kepala Kampung banyak yang reta-retak, miring, dan bahkan beberapa bagian amblas.
Menunggu sekitar 1/2 jam barulah Kepala Kampung yang pensiunan TNI (yang suatu saat akan ku sebutkan namanya) datang. Dengan ramah Beliau menyambut kami dan menanyakan maksud tujuan kami datang. Kamipun menyampaikan maksud dan tujuan kami datang, dan SubkhanaLLah AkhamduliLLah beliau sangat mendukung dan siap memfasilitasi program yang kami rencanakan. Dan luar biasanya lagi beliau akan meminjamkan beberapa ruangan untuk aktifitas kami dan bahkan Beliau menyumbangkan tanah seluas 10.000m2 untuk membuat amal usaha yang kami rencanakan.
Setelah kami berpamitan dan mohon do'a restu dari Bapak Kepala Kampung, kami meluncur pulang dengan suka cita membawa PR serta tantangan yang harus kami hadapi dan wujudkan......(Bersambung ke episode selanjutnya).
(Dj.S//Belantara Papua)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar