ALASAN
MENGAPA KITA HARUS BEORGANISASI
( Aku persembahkan kepada adik-adikku IMM Kota & Kab. Sorong)
Sekelumit tulisan ini saya tujukan untuk para mahasiswa yang
sedang berjuang dalam aktivitas di organisasinya, mereka yang akan menempuh
jalan aktivis, para calon mahasiswa yang akan merenda kehidupan kampus dan siapa
saja yang tertarik dengan dunia organisasi. Kalau anda mau monggo mas brow :
A. Menambah teman, cari
pengalaman, belajar berorganisasi, mengisi waktu
Terkait dengan
menambah teman ;
Silaturahim merupakan
salah satu kewajiban bagi setiap pribadi Muslim. Dalam Alquran, Allah
menegaskan, “Dan bertakwalah kepada Allah yang kalian saling meminta dengan
nama-Nya dan sambunglah tali silaturahim.’ (QS. An-Nisa [4]:1).
“Sebarkanlah
salam, sambunglah tali silaturahim, dan shalatlah ketika manusia tidur
(tahajud) niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” Dalam hadis lain,
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga pemutus tali silaturahim.”
Dalil-dalil
di atas menunjukkan arti penting akan kewajiban silaturahim. Sebab, di dalamnya
terdapat banyak keutamaan dan keistimewaan. Di antaranya:
pertama, dengan silaturahim, kita bisa saling mengenal
antara yang satu dan yang lainnya (QS Al-Hujurat [49]: 13). Dengan silaturahim,
kasih sayang dan kerja sama yang positif bisa diwujudkan.
Kedua,
dengan silaturahim, persatuan dan kesatuan (ukhuwah Islamiah) akan dapat
dibangun. Dengan silaturahim, akan timbul rasa saling membutuhkan, solidaritas,
dialog, pengertian, dan menguatkan kerjasama dalam perjuangan yang kokoh.
Rasulullah SAW bersabda, “Tangan Allah berada di
atas jamaah.” Dalam hadis lain dikatakan, “Persatuan (al-jamaah) itu rahmat dan
perpecahan (al-firqah) adalah azab.”
Berdasarkan hadis di atas, Allah SWT senantiasa
akan menolong hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersatu dan menjauhkan diri dari
perpecahan.
Hal ini terbukti dalam sejarah Islam ketika umat
Islam bersatu, Allah menolong mereka hingga mampu menguasai sejumlah wilayah
bahkan mampu menundukkan dua imperium besar, yakni Romawi dan Persia.
Sebaliknya, pada saat umat Islam berpecah belah, terjadilah perang saudara dan
saling membunuh hingga merusak kekuatan Islam.
Ketiga,
dengan silaturahim, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat akan mudah
diatasi. Baik masalah ekonomi, pendidikan, kebudayaan, maupun lainnya.
Keempat, silaturahim juga akan mampu menyelesaikan
berbagai persoalan horizontal yang terjadi di masyarakat.
Sebab, dengan mengedepankan kasih sayang, sikap
emosional dalam diri umat yang bisa memicu permusuhan dapat diatasi dengan
baik. Dengan demikian, akar persoalan pun akan ditemukan dan bisa diselesaikan
dengan damai.
Kelima,
dengan silaturahim, berbagai ide-ide dan gagasan yang brilian, inovasi-inovasi,
program-program, dan kegiatan-kegiatan yang positif juga bisa diwujudkan.
Ketika umat Islam berkumpul dalam kasih sayang
dan semangat kebersamaan, akan muncul ide-ide kreatif dalam memacu umat untuk
mencapai kemakmuran bersama. Kondisi ini jauh lebih bermanfaat di bandingkan
sendirian. Dan sesungguhnya, kejayaan umat Islam di masa lalu berawal dari
silaturahim.
Keenam,
dengan silaturahim, akan banyak ilmu pengetahuan yang tersebar. Dengan
demikian, akan banyak pula ilmu dan wawasan yang bisa diserap darinya. Dari
sini diketahui bahwa silaturahim menjadi media menumbuhkan wawasan persatuan
dan kesatuan.
Semoga
kita semua diberikan kemudahan untuk senantiasa menyambung silaturahim demi
memperkuat ukhuwah Islamiah (sesama umat Islam), ukhuwah basyariah
(kemanusiaan), dan ukhuwah wathaniah (semangat cinta tanah air).
Terkait
dengan Memanfaatkan Waktu ;
“Ightanim Khomsan
Qobla Khomsin” itulah sepenggal dari hadist terkenal tentang perintah untuk
memanfaatkan waktu, Islam mengatur segala hal urusan kehidupan di dunia ini,
tak ada satupun yang lepas dari pengaturan islam, termasuk perintah untuk
memanfaatkan waktu, berikut dibawah ini adalah hadist tentang
perintah untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya!
قبل فقرك وفراغك قبل شغلك وحياتك قبل موتك.
Artinya :
Manfaatkanlah yang lima sebelum datang lima perkara yang lain : Mudamu sebelum
tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu
sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu. (H.R. Baihaki dari Ibnu Abbas)
Kita bahas selengkapnya hadist “Ightanim Khomsan Qobla Khomsin”
dibawah ini :
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ
IGHTANIM KHOMSAN
QOBLA KHOMSIN
Artinya:” Persiapkanlah dirimu dengan lima Hal, sebelum datang yang lima”.
فَرَاغَكَ قَبْلَ سُغْلِكَ 1
FAROO GHOKA QOBLA
SUGHLIK : Kesempatan (waktu luang) sebelum masa sempit(sibuk).
Kerjakanlah apa yang bisa kamu kerjakan walaupun sekecil apapun, karena jika
sudah datang waktu sempit pasti anda akan menyesal.
Contoh sehari-hari : Anda malas mencuci pakaian walaupun cucian hanya sedikit,
dan akhirnya ketika cucian sudah numpuk, datang juga kesibukan yang lainnya
seperti menyelesaikan pekerjaan kantor, menghadiri acara, belum lagi datangnya
hujan yang membuat pakaian tidak kering sementara itu stok pakaian bersih
tinggal sedikit. disinilah anda akan menyesal pentingnya memanfaatkan waktu
luang sebelum datang waktu sempit
وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِك 2
WA GHINAAKA QOBLA
FAQRIK : Kaya sebelum Faqir (Miskin)
Di sini islam mengajarkan untuk memanfaatkan kekayan kita sebelum datang waktu
miskinnya.
Contoh sehari-hari : Kita hobi menghambur-hamburkan uang untuk mengkoleksi
sesuatu yang tidak berguna, padahal kita bisa menyimpannya untuk kemudian hari,
dan pada suatu saat kita sakit berat yang membutuhkan banyak biaya hingga
membuat kita miskin dan tidak bisa membayar lagi biaya pengobatan.Manfaatkanlah
harta anda di jalan Allah sebelum kemiskinan menimpa anda!
“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya
di jalan ALLAH adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir,
pada tiap-tiap bulir seratus biji. ALLAH melipat gandakan ganjaran bagi siapa
yang dia kehendaki, dan ALLAH Maha luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui”. Qs
Al Baqoroh (2) : 261.Pengertian menafkahkan harta di jalan ALLAH meliputi
belanja untuk kepentingan berjuang dijalan ALLAH seperti: Masjid, Tempat
Pendidikan, Penampungan Yatim Piatu, dan lain-lain
وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ .3
WA SHIHHATAKA QOBLA
SAQOMIK : Sehat sebelum sakit
Kita sering tidak bersyukur akan nikmat sehat, yang ada dipikiran kita hanyalah
nikmat kalau mempunyai banyak uang, padahal uang banyak tidak akan berarti
kalau kita dalam keadaan sakit, makan apapun yang biasanya enak menjadi tidak
enak, tidak bisa jalan kemana-mana dll.Contoh sehari-hari : Ketika kita sehat
terlalu banyak membuang waktu untuk nongkrol dan ngobrol yang tidak jelas,
lama-kelamaan seiring berjalannya waktu dan usia semakin tua, anda menyesal
telah membuang banyak waktu anda untuk hal yang tidak bermanfaat dan tidak
menghasilkan apa-apa.Kesehatan inilah yang harus banyak banyak kita syukuri
dengan meningkatkan ibadah, iman dan taqwa serta ilmu, sehingga kita bisa
berbuat `amal kebajikan sesuai dengan perintah ALLAH SWT dan mengikuti sunah
RasulNya.
وَ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ .4
WA SYABAA BAKA QOBLA
HARO MIKA : Muda Sebelum Tua
Ada pepatah mengatakan,” Belajar dimasa muda seperti mengukir diatas batu, dan
belajar diwaktu tua seperti mengukir diatas air”
yang dapat kita artikan jika belajar dikala usia sudah tua kekuatan pikiran
kita sudah berkurang bagaikan mengukir di atas air, sedangkan belajar di masa
muda akan dengan mudah kita mengingatnya bagaikan mengukir diatas batu.
Contoh sehari-hari : Ketika muda kita habiskan untuk berfoya-foya, maka ketika
tua hidup anda akan sengsara
حَيَا تَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ5
WA HAYAA TAKA QOBLA
MAU TIK : Hidup Sebelum Mati
Hidup kita harus bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain,
Manfaatkan hidup kita sebaik-baiknya sebelum kematian tiba, jika kita sudah
tiada maka yang di bawa hanyalah amal semata kita hidup di dunia, semua harta
benda dan orang yang kita cintai akan kita tinggalkan.Contoh sehari-hari :
Seorang pahlawan akan selalu di kenal walaupun sudah meninggal, hal ini karena
semasa hidup dia mempunyai jasa dan bermanfaat bagi orang lain, dan ketika
sudah meninggal banyak orang yang berziarah ke kuburnya dan mendoakannya, beda
dengan seorang pencuri misalnya, ketika dia telah mati maka orang lain pun akan
senang dengan kematiannya..
Maukah kita merugi mas brow ?.
B. Memberi
sebanyak-banyaknya manfaat bagi orang lain
Nah, ini alasan yang benar-benar visioner. Mengapa? Bayangkan
saja, orang dengan jawaban seperti ini sadar akan potensi-potensinya. Bahwa
dalam diri tiap manusia ada raksasa tidur yang akan bermanfaat dengan melakukan
aktivitas-aktivitas. Dengan memilih jalan organisasi, membuka pintu kita untuk
tahu kekurangan dan kelebihan kita untuk selanjutnya kita optimalkan demi
kebermanfaatan orang. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang kehidupannya
bermanfaat bagi orang lain ?
“ Karena saya tahu siapa saya dan saya tahu apa manfaat yang
saya dapatkan. Jadi orang biasa sudah banyak! Saya ingin menjadi extra ordinary
person yang bisa memberi manfaat untuk orang lain dan dengan beraktivitas, maka
akan tergali potensi diri “
C. Aktif di kampus itu
panggilan jiwa, mempertahankan idealisme
Kita merasakannya. Saat sedang lemah dan ingin berhenti berorganisasi,
sering kita seolah terpanggil untuk terus berpartisipasi lagi dan lagi. Ada
juga orang yang tetap di organisasi tersebut untuk memperjuangkan sesuatu yang
dianggapnya benar.
D. Optimalisasi masa studi
Lama kuliah di PTN/PTS maksimal 6 tahun. Ukuran normal seorang calon
sarjana 4 tahun. Bayangkan jika dalam jangka waktu tersebut kita tidak
melakukan apapun kecuali kuliah... ‘kunang-kunang’ dan ‘kupu-kupu’ akan bertebaran
di mana-mana. Banyak teman saya seperti ini. Fahamilah perkataan orang bijak,
“Barangsiapa tidak disibukkan oleh kebaikkan, maka dia akan disibukkan oleh
keburukan.”
E. Mengubah cara berpikir
Banyak yang merasa hidupnya berubah setelah banyak bergaul
dengan orang-orang yang produktif dan bergabung dengan organisasi yang
bermanfaat. Di antara mereka menyatakan cara berpikirnya berubah saat mengikuti
beragam aktivitas kemahasiswaan. Hatinya tergerak untuk berperan dalam gerakan
moral. Dan kepekaannya semakin terasah. Betapa banyak orang yang tidak
beruntung bukan karena tidak bisa berorganisasi, tapi karena mereka tidak mau
berorganisasi. Pahamilah sobat, pilihan apapun adalah pilihanmu! Anda bebas
menentukan.
(Dj.S//Belantara Papua)