“Sesungguhnya Allah
tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia
mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak
menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan
orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar
ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no.
2673)
“AL-Qur’ an adalah
pedoman hidup manusia, semua sejarah ada di dalamnya, bukan hanya sejarah dari
negeri arab atau timur tengah, tetapi juga indonesia dan seluruh dunia..”
Tahukah anda? Bahwa
sebenarnya Kronologi Sejarah Islam Indonesia dan peradabannya ada di ayat-ayat
AL-Qur’anSuroh An-Naml 16-48 dan di Suroh Saba 12-41 ? entah mengapa ada yang
menutup-nutupi kebenaran sejarah islam dan peradabannya yg sangat maju di
negeri Indonesia ini, mungkin juga di karenakan orang-orang indonesia terdahulu
yang telah berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri, hingga mereka mendustakan
ayat-ayat ALLAH SWT dan menganggapnya sihir yg diada-adakan, sehingga ALLAH SWT
pun tidak meridhoi peradaban islam di Indonesia dikarenakan orang-orang
Indonesia terdahulu tidak bersyukur akan kebesaran ALLAH SWT dan mensyukuri
nikmatNYA. Berikut Kronologi Sejarah Islam Indonesia dan Peradaban Islam di
Indonesia yg di ambil dari AL-Qur’an :
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi
Maha Penyayang).
An Naml:16 ﴿
Dan Sulaiman telah
mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian
tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini
benar-benar suatu kurnia yang nyata”.
﴾ An Naml:17 ﴿
Dan dihimpunkan
untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur
dengan tertib (dalam barisan).
﴾ An Naml:18 ﴿
Hingga apabila
mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut,
masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan
tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;
﴾ An Naml:19 ﴿
maka dia tersenyum
dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya
Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau
anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan
amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam
golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.
﴾ An Naml:20 ﴿
Dan dia memeriksa
burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia
termasuk yang tidak hadir.
﴾ An Naml:21 ﴿
Sungguh aku
benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar
menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang
terang”.
Burung Hud-hud
menemukan Ratu Balqis di Negeri Saba (INDONESIA)
﴾ An Naml:22 ﴿
Maka tidak lama
kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu
yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu
berita penting yang diyakini.
﴾ An Naml:23 ﴿
Sesungguhnya aku
menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala
sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.
﴾ An Naml:24 ﴿
Aku mendapati dia
dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan
mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari
jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,
﴾ An Naml:25 ﴿
agar mereka tidak
menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan
Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
﴾ An Naml:26 ﴿
Allah, tiada Tuhan
Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar”.
﴾ An Naml:27 ﴿
Berkata Sulaiman:
“Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang
berdusta.
﴾ An Naml:28 ﴿
Pergilah dengan
(membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari
mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”
﴾ An Naml:30 ﴿
Sesungguhnya surat
itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.
﴾ An Naml:31 ﴿
“Bahwa janganlah
kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai
orang-orang yang berserah diri”.
﴾ An Naml:32 ﴿
Berkata dia
(Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku
tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam
majelis(ku)”.
﴾ An Naml:33 ﴿
Mereka menjawab:
“Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian
yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka
pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan”.
﴾ An Naml:34 ﴿
Dia berkata:
“Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya,
dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan
mereka perbuat.
﴾ An Naml:35 ﴿
Dan sesungguhnya
aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan)
menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”.
﴾ An Naml:36 ﴿
Maka tatkala utusan
itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku
dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa
yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
﴾ An Naml:37 ﴿
Kembalilah kepada
mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak
kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba)
dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina”.
﴾ An Naml:38 ﴿
Berkata Sulaiman:
“Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa
singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang
berserah diri”.
﴾ An Naml:39 ﴿
Berkata ‘Ifrit
(yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa
singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya
aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.
﴾ An Naml:40 ﴿
Berkatalah seorang
yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu
sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak
di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku
apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang
bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan
barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.
﴾ An Naml:41 ﴿
Dia berkata:
“Rubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal
ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)”.
﴾ An Naml:42 ﴿
Dan ketika Balqis
datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab:
“Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan
sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri”.
﴾ An Naml:43 ﴿
Dan apa yang
disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan
keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang
kafir.
﴾ An Naml:44 ﴿
Dikatakan
kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka tatkala dia melihat lantai istana
itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya.
Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca”.
Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap
diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.
﴾ An Naml:45 ﴿
Dan sesungguhnya
Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru):
“Sembahlah Allah”. Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.
﴾ An Naml:46 ﴿
Dia berkata: “Hai
kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?
Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”.
﴾ An Naml:47 ﴿
Mereka menjawab:
“Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang
besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang
menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”.
﴾ An Naml:48 ﴿
Dan adalah di kota
itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka
tidak berbuat kebaikan.
﴾ Saba’:12 ﴿
Dan Kami
(tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan
perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan
sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin
ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya.
Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan
kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
﴾ Saba’:13 ﴿
Para jin itu
membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi
dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk
yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk
bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima
kasih.
﴾ Saba’:14 ﴿
Maka tatkala Kami
telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka
kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah
tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib
tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.
﴾ Saba’:15 ﴿
Sesungguhnya bagi
kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah
kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan):
“Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu
kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang
Maha Pengampun”.
﴾ Saba’:16 ﴿
Tetapi mereka
berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti
kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah
pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.
﴾ Saba’:17 ﴿
Demikianlah Kami
memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak
menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang
sangat kafir.
﴾ Saba’:18 ﴿
Dan Kami jadikan
antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya,
beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu
(jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan
siang hari dengan dengan aman.
﴾ Saba’:19 ﴿
Maka mereka
berkata: “Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami”, dan mereka
menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami
hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar
lagi bersyukur.
﴾ Saba’:20 ﴿
Dan sesungguhnya
iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka
mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.
﴾ Saba’:21 ﴿
Dan tidak adalah
kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan
siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu
tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.
﴾ Saba’:40 ﴿
Dan (ingatlah) hari
(yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman
kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?”.
﴾ Saba’:41 ﴿
Malaikat-malaikat
itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan
mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.
Membaca judul diatas,
tentu banyak orang yang akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya.
Bahkan, mungkin demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah
seorang utusan Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya
menaklukkan seluruh makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah
kekuasaannya atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah
Sulaiman.
Menurut Sami bin
Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Nabi Sulaiman
diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi (989-931 SM), atau sekitar
3.000 tahun yang lalu (akan tetapi kematian nabi sulaiman AS baru diketahui
disaat tongkatnya dimakan oleh rayap didalam AL-Qur’an QS.Saba ayat 14, jadi
bisa jadi nabi sulaiman baru diketahui meninggal pada saat para Jin mendirikan
borobudur yg belum terselesaikan). Sementara itu, Candi Borobudur sebagaimana
tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional, didirikan oleh Dinasti
Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.200 tahun yang lalu.
Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin tertawa kecut, geli, dan
geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi Borobudur didirikan oleh Nabi
Sulaiman AS.
Candi Borobudur
merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur adalah Candi Pawon dan
Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi
Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan lainnya. Candi-candi
di dekat Prambanan ini merupakan candi Buddha yang didirikan sekitar tahun 772
dan 778 Masehi.
Lalu, apa
hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan
Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya? Benarkah ada
jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu penelitian yang
komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk membuktikan validitas dan
kebenarannya.
Namun, bila
pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli matematika Islam itu
akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman yang ada
di tanah Jawa.
Dalam bukunya,
Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya menyebutkan beberapa
ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai peninggalan putra Nabi
Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman,
buah maja yang pahit (kerajaan Majapahit), dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah
kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin,
tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.
Dalam Alquran,
kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah An-Naml [27]: 15-44,
Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya. Tentu saja, banyak yang
tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman.
Di antara
alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan Borobudur
dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak, peristiwa dan
kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di Yaman Selatan,
sedangkan Borobudur di Indonesia.
Tentu saja hal ini
menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya menunjukkan bukti-buktinya
berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti sahih andai Borobudur merupakan
peninggalan Sulaiman atau bangunan yang pembuatannya merupakan perintah
Sulaiman?
Dalam flying book
itu KH Fahmi Basya mengungkapkan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa candi
borobudur bukanlah hasil kebudayaan hindu, sebagaimana kita ketahui selama ini.
Candi borobudur sudah ada sejak lama, jauh sebelum hindu ada di nusantara ini.
Berdasarkan penelitiannya, candi borobudur itu bahkan di bangun oleh nabi
sulaiman dengan bantuan para jin pada jaman ketika nusantara belum berbentuk
seperti sekarang, yaitu masih berupa daratan yang luas. Banyak data dan
analisis yang dipaparkan dalam flying book itu sebagai bukti terhadap argumen
ini.
Untuk mengetahui
salah satu bukti argumen itu, sebelumnya ada baiknya kita mengetahui simbol lafadz
bismillah. Simbol itu bisa dibuat dengan melukis sebuah 7 buah lingkaran sama
besar yang salah satu lingkaran berada di tengah dan dikelilingi oleh 6
lingkaran lainnya.
Masing-masing
lingkaran mewakili satu huruf pada lafadz bismillah yaitu ba, sin, mim, alif,
lam, lam, dan ha’ . Jika keenam lingkaran di luar masing-masing titik pusatnya
secara berurutan dihubungkan dengan garis kemudian lingkaran-lingakaran yang
diluar itu dihapus, jadilah bentuk itu sebagai segi enam dengan lingkaran di
tengahnya. Itulah simbol lafadz bismillah.
Sekarang mari kita
amati salah satu kontur yang banyak terukir di batu-batu candi Borobudur.
inilah kontur itu.
ternyata bentuk itu
banyak sekali kita temukan pada batu-batu di candi Borobudur. Segi enam dengan
lingkaran ditengahnya. Apakah arti bentuk itu? Ternyata simbol segi enam dengan
lingkaran di bawahnya adalah simbol lafadz bismillah. Demikianlah salah satu
bukti analisa yang disampaikan oleh KH Fahmi Basya dalam flying booknya.
Selain itu, dalam
flying book tersebut juga diungkapkan secara ilmiah bahwa candi borobudur
dahulunya bukan di tempat seperti yang sekarang, melainkan sempat mengalami
pemindahan dengan kecepatan pemindahan melebihi kecepatan cahaya (60.000 kali).
Hal ini mengakibatkan kontur candi borobudur mengalami peluruhan. Pemindahan
candi ini sesuai cerita dalam alqur’an : “Berkatalah seorang yang mempunyai
ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu
berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya,
iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku
bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur
maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan
barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.
(QS.An Naml:40)
Selama ini yang
sering diungkapkan adalah bahwa pemindahan itu dari yaman ke palestina, namun
sesungguhnya bukti nyatanya belum pernah ditemukan.
Lalu menurut
penelitian KH Fahmi Basya, dimana letak candi Borobudur sebelum dipindahkan?
Jawabannya adalah di kawasan candi boko yang terletak di kabupaten bantul. Di
kawasan itu nampak bekas-bekas adanya candi besar. Namun, candi besar itu
hilang, entah bagaimana hilangnya, yang jelas bukan karena hancur atau runtuh.
Bahkan di kawasan candi boko ditemukan serpihan-serpihan sisa candi yang
konturnya mirip dengan kontur candi borobudur. Hanya saja, kontur yang ada di
kawasan candi boko ini tampak lebih jelas dibandingkan dengan kontur yang ada
di candi borobudur. Hal ini disebabkan peluruhan yang terjadi akibat pemindahan
dengan kecepatan 60.000 kali kecepatan cahaya tadi. (Lihat gambar diatas)
Lebih jauh lagi KH
Fahmi Basya membahas sisi lain dari candi borobudur, yaitu bahwa desain candi
borobudur sangat kompleks dan memiliki makna yang dalam. Misalnya relief yang
ada di dinding-dindingnnya, ukuran volume candi yang membentuk balok al quran (
23x23x12 = 6348 = jumlah ayat dalam alqur’an berserta basmalah), bahkan bukti
foto google art yang menunjukkan bahwa puncak candi membentuk sebuah sebuah
garis lurus yang menghubungkannya dengan rukun syaam dan hajar aswad ka’bah.
Dan banyak lagi fakta-fakta yang dikemukakan dalam flying book itu.
Nama saba’ sendiri,
di dapat dari Alqur’an, dimana secara singkat Alqur’an (surat An Naml dan surat
Saba’) menceritakan bahwa negeri saba’ dahulu merupakan sebuah negeri yang amat
makmur, subur tanahnya dan maju bangsanya. Dalam negeri itu pernah hidup
Nabi-Nabi terdahulu seperti nabi daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan juga seorang
ratu perempuan yang amat melegenda yaitu ratu Bilqis. Namun, negeri itu
dimusnahkan oleh Allah SWT dengan sebuah banjir yang amat besar karena
kemusyrikan bangsa di negeri itu, yaitu kereka melekukan ibadah menyembah
matahari.
Sementara itu, dalam
sebuah legenda yang sangat terkenal di dunia, konon pernah ada sebuah negeri
yang karakteristiknya hampir mirip dengan yang diceritakan alqur’an itu. Negeri
itu bernama negeri Atlantis. Negeri itu berada di sebuah daratan yang luas dan
subur, dan dihuni oleh bangsa maju dan makmur, unggul dalam hal irigasi
pertanian. Daratan luas itulah yang disebut sebagai benua Atlantis yang mana
benua itu musnah pada jaman es. Seiring tenggelamnya daratan Atlantis, maka
musnahlah negeri Atlantis yang begitu makmur itu.
Berdasarkan
kemiripan kisah dalam Al Qur’an dan legenda yang berkembang di hampir sekuruh
oenjuru dunia itu, bisa jadi, negeri saba’ yang dimaksudkan dalam Al Quran itu
tak lain adalah negeri Atlantis yang dulu mendiami daratan Atlantis yang kini
sudah musnah akibat banjir besar di jaman es. Benar atau tidaknya memeang masih
membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Selama ini hampir
kebanyakan ilmuwan mengatakan bahwa negeri saba’ yang disebutkan dalam Alquran
itu terletak di daerah Yaman, bahkan dalam banyak tafsir Al Quran pun
mengatakan demikian. Namun, melalui ekspedisi dan penelitiannya, yang hasilnya
dibuat dalam bentuk flying boook, KH Fahmi Basya menyimpulkan bahwa bukanlah
daerah Yaman letak sebenarnya negeri Saba’ itu, melainkan ia berada di sebuah
wilayah dengan pusatnya di pulau Jawa, dimana dahulu wilayah itu mencakup
wilayah Indonesia dan masih merupakan sebuah daratan yang luas atau berupa
sebuah benua. Berikut saya tuliskan 14 bukti yang dikemukakan oleh KH fahmi
Basya yang mengungkapkan bahwa negeri saba’ dalam Al Qur’an itu bukan terletak
di Yaman melainkan di Indonesia.
PERTAMA. Nama saba’
itu sendiri. “..dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang
diyakini.” (QS. 27:22). Di Indonesia ada nama dan tempat bernama saba’ (tempat
pertemuan) dan ada tempatnya. sementara di Yaman tidak ada. Yang ada hanya
sabuun(prasasti), tapi tidak ada a=nama tempat bernama saba’
Kedua, pekerjaan
jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat.”Maka tatkala
Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada
mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia
telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang
ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan” (QS Saba
[34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaan
terakhirnya di Borobudur diakhir abad ke-8 Masehi. Di Borobudur, terdapat
patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished
Solomon.
Ketiga,
para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung.
“(nabi Sulaiman As) berkata ‘rubahlah baginya singgasananya, maka kita akan
melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk org-org yg tidak mengenalnya”
(AN-Naml ayat 41)
disini “singgasana” yg dimaksud adalah
borobudur, nabi sulaiman As sengaja membuat ukiran-ukiran patung seperti patung
budha, padahal itu hanyalah kamuflase agar mengetahui siapakah kaum muslimin yg
menyadari kamuflase tersebut.
Dan inilah jawaban dari kamuflase yg
diciptakan nabi sulaiman As tersebut yg tersembunyi diborobudur selama ini yg
ternyata ada di dalam Al-qur’an :
“para jin itu membuat untuk sulaiman apa yg
dikehendakinya dari gedung-gedung yg tinggi dan patung-patung dan piring-piring
yg (besarnya) seperti kolam dan periuk yg tetap (berada diatas tungku).
Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada allah), dan sedikit sekali
dari hamba-hambaku yg berterima kasih.” (Qs.Saba ayat 13)
gedung-gedung tinggi adalah candi perambanan,
patung2 dan piring2 yg besarnya seperti kolam dan periuk yg tetap berada diatas
tungku itu adalah borobudur. Di Yaman tidak ada bangunan semacam ini, tapi di
Indonesia ada, yaitu candi Borobudur dan candi perambanan. candi Borobudur
terletak di sebuah lembah, dan itulah lembah semut, lembah terindah di dunia.
Keempat, Sulaiman berbicara dengan
burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada.
Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat
pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan
lainnya.
Kelima, kisah Ratu
Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama
manusia.”Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan
syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu
menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk”
(QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat
berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui
nama daerah itu. “Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat,
tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri,” katanya menjelaskan. Ditambahkan
Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang
terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan
burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang. Dan di Yaman tidak dijumpai
tempat semacam itu, sementara di Indonesia tempat semacam itu ada yaitu di
kawasan bukit candi Boko dan simbol kerajaan majapahit “surya majapahit”
(simbol yg membuktikan bahwa kerajaan majapahit dahulu pernah menyembah
matahari, tetapi mereka sadar itu ialah sesat dan memilih agama Islam, Pada
lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan
Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat.
Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang
ada pada lambang Majapahit ini. ). Di kawasan bukit candi boko ada tempat yang
digunakan untuk menyembah matahari yang berupa bangunan di atas bukit menghadap
ketimur, ke arah matahari terbit. (Lihat gambar paling atas)
Keenam, Saba ada di
Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang
sangat banyak. “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di
tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah
kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezeki yang
(dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah
negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”.(QS Saba [34]:
15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata ‘Wana’
bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba
Sementara ini dulu yaaa....insyaAllah bersambung...
(Dj.S//Belantara Papua)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar